Senin, 13 Juli 2009

cara bermain permainan tradisional wong sragen

1. GOBAG SODOR

Bentuk Permainan :

1.Terdiri dari 2 (dua) regu dengan jumlah pemain tiap regunya berjumlah 5 pemain
dan 1 cadangan.
Dengan fungsi tugas sebagai berikut :
1. penjaga lini depan 3. .penjaga lini tengah
2. penjaga lini tengah blkng 4. ragilan (penjaga lini belakang)
5. sodor 6. cadangan

2.Diawasi oleh 1 orang yuri dan 1 pembantu yuri.
3.Boleh putra atau putri atau campuran.

Aturan permainan :
1.Permainan.berlangsung 2 x 25 menit, dengan waktu jeda istirahat 5 menit
2.Permainan dimulai dengan cara undi/suit, yang kalah jaga lini, kemudian yang
bermain mulai mengatur strategi untuk masuk / melewati garis jangan sampai
terpegang oleh penjaga lini, sampai lini paling belakang, kemudian kembali ke
depan.
3.Pemain jaga bebas bergerak didalam lininya )kekanan-kiri)
4.Pemain bebas menentukan dari arah mana ia akan melewati lini masuk kearea bebas di
depannya.
5.Game diperoleh setelah salah satu pemain bisa melewati semua garis pertahanan
kemudian kembali ke depan semua. Pemain tidak boleh kembali melewati lini depan
sebelum semua teman pemain melewati lini pertama / masih di luar
6.Score dihitung dengan menghitung berapa kali memperoleh game
7.Permainan dinyatakan berhenti ketika ada pemain yang bermain tertangkap oleh
penjaga lini maupun penjaga sodor, dan mengakibatkan pergantian regu penjaga dan
regu yang bermain.

Yuri :
a.Yuri pertandingan
b.Pembantu Yuri.
c.Alat bantu yuri : stopwatch, bendera, peluit.


2. JIRAK PENTHIL

Bentuk Permainan :

1.Beregu dengan jumlah pemain tak terbatas dan saling berpasangan,
2.Waktu bermain dibatasi 2x25 menit ditambah istirahat 10 menit
3.Pemain bisa diganti dengan cadangan maksimal 2 orang untuk tiap regu.

Alat Permainan :
1.Alat permainan kayu berbentuk lingkaran diameter 15 cm dan sebuah benda kecil
dengan panjang 3 cm dan besar 2 cm didirikan diatas lingkaran.
2.Alat pelempar terbuat dari kayu ringan, berbentuk lingkaran diameter 15 cm

Tempat bermain :
1.Lapangan terbuka dengan ukuran menyesuaikan kondisi.
2.Jarak antara jirak 1 dengan yang lain kurang lebih 5 meter.

Cara Bermain :
1.Menentukan pemain awal dengan cara undi / suit. ( Regu A / Regu B )
2.Regu A Nomer 1 melempar jirak musuh, apabila bisa menjatuhkan biji penthilnya ke
tanah, regunya akan berlari mundur dan dikejar oleh lawannya sampai tertangkap
oleh pasangannya, kemudian pasangan lawan akan menggendongnya sampai garis batas
wilayah pertahanan regu yang digendhongnya. (score 1 untuk regu yang bisa
menjatuhkan jiraknya), demikian seterusnya.
3.Apabila Pelemparan pertama tidak kena sasaran sehingga penthilnya tidak jatuh ke
tanah maka pelempar berganti ke regu B no. 1, demikian seterusnya.

Yuri :
1.1 (satu) Yuri utama
2.1 (satu) Yuri pembantu


3. BETENGAN

Bentuk Permainan :

1.Beregu dengan jumlah anggota 1 (satu) regu ada 5 pemain
2.Permainan berlangsung 2 x 15 menit, dengan waktu jeda istirahat 5 menit
3.Score dihitung dengan menghitung berapa kali menyentuh beteng

Aturan Permainan :

1.Pancang merupakan sebuah beteng yang harus dipertahankan, jangan sampai dapat
disentuh oleh puhak lawan, karena apabila tersentuk berarti merupakan kekalahan.
2.Jarak beteng 1 dengan yang lain + 5 m
3.No 1 A keluar berusaha menyentuh beteng B, no 1 B keluar untuk menangkap 1A dan
apabila dapat ditangkap berstatus tahanan di beteng B, dan 2/ A berhak menangkap
1/ B; 1/ B tidak boleh menangkap 2/ B ( kalah derajat, atau dengan istilah jawa "
dhuwur aku", “ tuwa aku ” dst.nya)
4.Tahanan bisa dibebaskan oleh temannya dengan cara disentuh, dan lari ke beteng
asalnya.
5.Apabila Beteng B tersentuh oleh pihak lawan dan atau sebaliknya, maka yang
tersentuh dianggap kalah. Score 1 untuk regu yang menyentuhnya.
6.Dalam hal ini peran Yuri betul-betul harus teliti khususnya dalam hal mengamati
"derajat seseorang pemain".


Yuri :
1.Yuri utama
2.Yuri pembantu

Alat Bantu Permainan :
1.Pancang / patok / atau apa saja yang dianggap beteng
2.Bendera yuri, peluit, stopwatch.


4. GAMPARAN
(KOPRAL)

Bentuk Permainan :

Bisa dilaksanakan secara perorangan, bisa juga dengan beregu.

Alat permainan :
1.Batu sebagai tonggak yang dijatuhkan ukuran + tinggi 10 cm lebar 5 cm tebal 2 cm.
2.Batu sebagai pemukul tonggak (biasa dinamakan "gacuk"), ukuran selera

Lapangan Pertandingan :

1.Tonggak batu dengan garis tembak 2 meter dan 5 meter
2.Jarak tonggak satu dengan tonggal yang lain 30 cm
3.Areal bebas belakang tonggak batu untuk menghindari imbasan tembakan batu

Aturan Pertandingan :
Tiap anggota harus berhasil melaksanakan 4 (empat) tahapan, yaitu :
memakai telapak kaki bagian atas, batu diletakkan diatasnya
1.Lemparan sedekat mungkin ke batu tonggak musuh yang akan dijatuhkan.
(apabila terkena langsung lolos ke tahap 2, kalau tidak kena harus menembak
memakai tangan tapi lewat bawah selangkang dengan kaki jongkok dan tangan kanan
lewat belakang ) / gagal berhenti
2.Tembakan dengan diawali satu langkah ke depan dari garis tembak / gagal berhenti
3.Tembakan langsung dari garis tembak / gagal berhenti
4.Tembakan dengan menggunakan "angklek" berjalan dengan gacok tembak di kaki
kanan/kiri, berjalan menuju tonggak batu sedekat mungkin, kemudian gacok
ditembakkan. / gagal berhenti
5.Score dihitung dengan cara :
a.satu anggota berhasil 4 tahapan dinilai 1.

Contoh dengan 5 anggota :
- maksimal nilai 5 x 1 = 5
6.Permainan hanya berlangsung 1 kali untuk 1 regu, kemudian digantikan dengan regu
berikutnya, demikian seterusnya. ( bisa ditambah apabila dikehendaki )


5. BENTHIK

Bentuk Permainan :
1.Beregu dengan jumlah anggota 1 (satu) regu ada 2, 3, sampai 5 pemain
2.Permainan berlangsung 2 x 25 menit, dengan waktu jeda istirahat 5 menit
3.Score dihitung dengan menghitung berapa m / hitungan panjang yang diperoleh
melalui jauhnya pukulan tahap 1 + tahap 2 + tahap 3 atau pengembalian lawan.

Alat permainan :
1.Induk benthik terbuat dari kayu dengan garis tengah 3 – 5 cm ukuran 30 – 40 cm.
2.Anak benthik/janakan dengan ukuran 1/3 panjang induk
3.Lobang untuk pengungkit anak benthik alam + 3cm

Lapangan Pertandingan :
1.Garis tunggu pemain, dengan lebar kurang lebih 1 meter.
2.Arena bebas untuk pemain jaga sepanjang kurang lebih 50 meter

Aturan Permainan :

1.Untuk menentukan bermain atau jaga melalui undi/suit
2.Pemain dimulai dari no 1 melaksanakan tugas dengan melaksanakan 4 tahap :
tahap 1 : mengungkit anak benthik sejauh mungkin, kalau tertangkap dianggap mati,
dilanjutkan pemain berikutnya. Regu jaga mendapatkan point plus 10.

tahap 2 :melakukan pemukulan anak benthik memakai indhuk dengan dilempar melalui
telapak tangan kiri bagian atas yang kiri dan dipukul dengan tangan kanan.
Tahap 3 : memukul anak benthik dengan indhuk melalui cara meletakkan anak benthik
di samping indhuk pada satu tangan kemudian di lempar dan dipukul sejauh mungkin,
regu jaga berusaha menangkap kalau tidak tertangkap diambil dan dilempar kembali
sedekat mungkin ke lobang pengungkit, dan pemain berusaha memukul kembali untuk
mendapatkan jarak ukur yang jauh.
Tahap 4: memukul anak benthik dengan indhuk melalui cara anak benthik diletakkan
di lobang ungkit mengarah / serong keatas kemudian dipukul dengan memakai
indhuk. Ada nilai tambah pada tahap ini, apa bila bisa memukul ganda akan
dilipatkan 2, ganda tiga lipat 3 dan seterusnya dari hasil pengukuran.


6. T R E K
(anggar Jawa)

Bentuk Permainan :
1.Beregu dengan jumlah anggota 1 (satu) regu ada 5 pemain
2.Permainan tidak dibatasi waktu, tetapi berdasarkan perolehan kemenangan.
3.Score dihitung dengan menghitung anggota yang berhasil menjatuhkan lawan tandingnya.

Alat Permainan :
1.Terbuat dari bambu yang dipipihkan dan diraut dengan halus, menyerupai alat
olahraga anggar, sehingga tidak membekas luka / merobek apabila terkena kulit kaki.
2.Panjang bambu 125 cm termasuk tangkai.

Formasi dan Cara Permainan :
1.Pertandingan berpasangan, kemudian bagi yang dapat menyentuh paha ke bawah
dianggap menang, pemenang boleh istirahat, menunggu hasil teman yang lain.
2.Hasil akhir dihitung tiap regu, berapa anggota yang berhasil


7. SEPAKSEPONG

Bentuk Permainan :
Olahraga permainan ini peraturannya hampir sama dengan permainan olah raga sepakbola, bola yang diopakai adalah bola plastik / gabus
Perbedaannya antara lain ialah :
1.Gawang yang dipakai adalah sebuah batu bata merah didirikan memanjang ke atas.
2.Ukuran lapangan tergantung kebutuhan, berbentuk persegi panjang dan dibelah dengan
garis tengah dan titik pusat lapangan
3.Dibuat titik finalti di depan gawang dengan jarak kurang lebih 8 – 11 meter
(menyesuaikan ukuran lapangan yang digunakan.

Aturan Bermain :
1.Tidak ada hukuman offside
2.Jumlah pemain bisa diperkecil minimal 5 pemain dan 1 penjaga gawang pada tiap
regunya.
3.Score dihitung dari berapa kali batu bata merah itu bisa dijatuhkan, untuk masing-
masing regu.
4.Waktu bermain 2 x 25 menit dengan istirahat 10 menit

Alat Permainan :
1.Batu bata merah yang masih utuh
2.Bola plastik / bola gabus.

Yuri :

1.1 (satu) orang Yuri Utama
2.2 (dua) orang hakim garis


8. SARSUR KULONAN

Bentuk Permainan :
1.Beregu dengan jumlah anggota 1 (satu) regu ada 6 pemain
2.Permainan dibatasi waktu ( inning ) satu inning selama 15 menit, permainan
berlangsung 2 x 15 menit, dengan waktu jeda istirahat 5 menit
3.Score dihitung dengan menghitung berapa kali memperoleh game

Alat Permainan :
1. Pancang , pathok atau apa saja untuk bascamp per kelompok.

Aturan Bermain :
1.Masing-masing menyebutkan nama anggotanya. Selanjutnya maju secara bergantian.
Membisikkan nama pada yuri 1 (bertindak sebagai induk). Apabila yang maju lolos
dari tembakan maka dilanjutkan anggota yang lain, demikian seterusnya sampai ada
yang tertembak.

2.Yang tertembak ( dengan teriakan dari yuri DHUULL) seluruh anggota diwajibkan
menggendhong / atau apa saja hukuman badhan yang telah disepakati. Misalnya
menggendhong lawan yang menang ke arah wilayah pemenang sekaligus untuk pergantian
tempat.


9. SLETOKAN
( bedhil-bedhilan )

Bentuk Permainan
1.Beregu
2.Jumlah peserta bebas

Yuri :
1 (satu) orang Yuri Utama dan 1 (satu) orang yuri pembantu

Cara Bermain :
1.Masing-masing regu mengambil jarang kurang lebih 5 meter
2.Boleh memilih tempat yang ada perlindungannya (pohon dls)
3.Bagi yang terkena tembakan dianggap sudah mati
4.Pemenang ditentukan dengan menghitung jumlah sisa anggota kelompok yang tidak
terkena tembakan

Alat Permainan :
ada 2 macam :
1.Laras senapan dengan diameter kecil , kurang lebih 1,5 cm dengan peluru dari bunga
jambu, bunga lamtoro atau kertas yang dipadatkan.
Penyodoknya dari bamboo yang dipukul-pukul hingga berserabut.
2.Laras senapan agak besar dengan amunisi yang terbuat dari air yang disemprotkan.
Penyodoknya terbuat dari bamboo yang ujungnya diberi kelep kain/karet.
Untuk amunisi air bisa diberi pewarna yang berlainan antara regu satu dengan
lainnya.
Pewarna sebaiknya dicarikan yang mudah dicuci dan mudahdihilangkan nodanya.


10. EGRANG

Permainan egrang biasa dimainkan oleh anak laki-laki usia 10 – 15 tahun. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan juga orang yang sudah dewasa.
Para pemain egrang diharuskan menjalankan egrangnya dengan cara menginjakkan telapak kakinya pada siku-siku yang terdapat pada egrang bagian bawah.
Panjang egrang berkisar antara 1,5 meter sampai 2 meter, sedangkan tinggi siku-siku egrang untuk temp-at berpijak kurang lebih 30 cm – 50 cm dari ujung egrang bagian bawah.
Permainan egrang bisa dilombakan dengan menilai cepatnya menjalankan egrang dan paling sedikit melakukan kesalahan
( jatuh, dll) dari garis start menuju garis finis dengan jarak yang sudah disepakati bersama.
Yang menang mendapat hadiah apabila dilombakan, dan atau yang kalah dihukum dengan hukuman yang telah disepakati bersama.


11. BAKIYAK PANJANG

Bakiyak yang di dalam istilah Jawa disebut teklek, adalah semacam sandal yang terbuat dari kayu, ada juga yang menamkannya terompah. Biasanya bakiyak atau teklek ini dipakai ketika akan pergia ke surau atau langgar untuk berjamaah solat magrib, dan apabila dipakai berjalan akan mengeluarkan bunyi yang khas. Untuk memeriahlan Idul Fitri mereka membuat teklek dengan ukuran panjang dipakai oleh beberapa orang.
Adapun permaian bakiyak panjang satu pasang bakiyak dengan ukuran panjang tertentu yang bisa dipakai untuk 3 (tiga) orang. Ukuran panjang 100 cm lebar 25 cm
Apabila dilombakan dengan cara berjalan dari garis start menuju garis finis dengan siapa yang paling cepat mencapai garis finis dan dengan paling sedikit melakukan kesalahan.


12. KENDHI GERIT

Bentuk Permainan :
1.Berpasangan, minimal 5 pasang
2.Waktu bertanding dibatasi kurang lebih 20 menit.
untuk meraih point penuh terjadi karena menyelesaikan satu putaran segi lima penuh.

Bentuk Lapangan :
1.Lingkaran dibagi menjadi lima titik beraturn beraturan dengan panjang sisinya
kuranglebih 3 meter
2.Garis lingkaran ditebalkan, dan pada tiap titik sudut segilima diberi tanda
pancang

Alat Bantu Permainan
1. Bola kecil ( tenes atau boks merah )
2. Pancang dan bendera

4. Cara Bermain
1.Untuk menentukan kelompok bermain dan jaga dengan cara suit. ( yang menang
digendong dan yang kalah
menggendong) dengan cara suit.
2.Pemain no. 1 melempar bola dan harus ditangkap oleh Pemain nomor 2, kalau
berhasil ditangkap pasangan gendhong berjalan ke titik di depannya, apabila bola
tidak tertangkap maka posisi bermain berganti, kelompok yang menggendhong berganti
menjadi yang digendhong.
3.Apabila selamat satu putaran ( dari posisi awal kembali kembali ke awal ) mendapat
point 1, dan secara otomatis bergantri main.
4.Untuk meraih point penuh terjadi karena menyelesaikan satu putaran segi lima penuh.


13. K A S T I

Kasti salah satu permainan tradisional yang masih hiduo dan berkembang di tengah masyarakat kanak-kanak. Namun pada era akhir-akhir ini merambah ke dunia ibu-ibu dan kadang bapak-bapak juga ikut serta memainkan permainan kasti.
Permainan kasti tempo dulu dapat dimainkan oleh 3, atu 4, atau berapa saja jumlah pemain yang ada, tidak harus sekian anak jumlahnay.
Pada saat sekarang ini biasanya olah raga kasti sudah berpedoman resmi yang dikeluarkan oleh depdiknas sesi olah raga, yakni dengan jumlah anggota pemain tiap regunya sejumlah 12 (duabelas) orang, yuri 3 (tia) orang, dan boleh melakukan pergantian pemain sebanyak 5 (lima) kali.

Bentuk Permainan :
1.Beregu dengan jumlah pemain yang saat ini berkembang tiap regubya 12 pemain.
2.Waktu bertandingpun dibatasi dengan waktu yang telah ditentukan, yakni 2 x 25
menit dengan istirahat 10 meniy,

Bentuk Lapangan :

1.Persegi panjang dengan ukuran panjang 60 cm lebar 40 cm, minimal p x l berbanding
2 : 1
2.Tiang pertolongan dengan jarak 5 m dari ruang bebas/ruang tunggu regu yang bermain
3.Tiang bebas terdiri dari 2 tiang berbendera merah
4.Alat pemukul terbuat dari kayu
5.Bola karet verisi ijuk / kenyal / tidak terlalu keras.


YURI l
1.1 Orang Yuri Utama
2.2 Orang Yuri Pembantu

ALAT PERMAINAN :
1.Pemukul / slag kasti yang terbuat dari kayu.
2.Bola kasti ( box yang berisi sabut / ijuk )
3.Tiang Pancang
4.Peluit

CARA BERMAIN :

1.kelompok membagi pemain dengan memberikan nomor urut.
2.kelompok jaga berkewajiban memberi umpan dengan baik.
3.nilai pukulan, terbagai sebagai berikut :
a.tidak kena bernilai 0, dan hanya boleh lari melalui tiang pertolongan terlebih
dahulu, setelah itu baru diperbolehkan melanjutkan ke tiang bebas dan kembali ke
ruang tunggu, tanpa nilai tambahan,
b.berhasil memukul bernilai pen / titik dan apabila berhasil kembali namun harus
berhenti terlebih dahulu pada tiang pertolongan atau tiang bebas, nilai pen
berubah menjadi 1
c.berhasil memukul bernilai pen / titik dan apabila berhasil kembali tanpa harus
berhenti terlebih dahulu pada tiang pertolongan atau tiang bebas dalam satu
pukulan, disebut ren ,nilai pen berubah menjadi 2
d.alat pemukul keluar dari kotak arena pemain dianggap nol, kecuali dibetulkan
kembali dan pemain harus segera berlari untuk menyelamatkan diri.
e.party jaga dapat menangkap bola bernolai plus 1
f.party main menurunkan sesuai nomor urut
g.apabila telah habis anggota, pemain terakhir diberi kesempatan memukul ulang
maksimal 3x dan apabila ridak ada yang kembali ke arena tunggu, maka dianggap
mati.
h.Pukulan mengenai kepala dianggap tidak sah.

PENENTUAN KEMENANGAN
1.Setelah habis waktu ronde ke dua (satu ronde 25 menit diselingi 10 menit
isrirahat), maka diadakan penghitungan nilai yang diraih oleh masing-masing
kelompok..
2.Nilai tangkap bola ditambahkan kepada kelompok yang berhasil menagkap bola.


14. DHINGKLIKOGLAKAGLIK

Dhingkilk oglak aglik adalah permainan anak-anak usia 8 – 15 tahun. Permainan ini
sangat sederhana tanpa alat bantu apapun, hanya menggunakan anggota tubuh masing-
masing.
Permainan ini berbentuk kelompok, tiap kelompok anggotanya minimal 3 oarang.
Awal mula permainan para anggota saling berhadapan, kemudian dengan sebuah aba-aba mereka saling membelakangi dan salah satu kakinya / kaki kanan saling mengait sehinga seakan terkunci. Apabila seluruh kelompok sudah selesai mengaitkan kaki-kaki mereka kemudian sambil bertepuk tangan dan sedikit lonjakan untuk berjalan ke tempat yang ditentukan, para anggota menyanyikan lagu-lagu riang.
Apabila ada yang jatuh atau terlepas kaitan kakinya dianggap kalah.


15. CEK-CUE

Permainan cekcu biasanya dimainkan oleh para remaja putri. Tapi tidak ada salahnya kalu remaja putranyapun kadang ikut memeriahkannya.
Dengan alat bantu permainan yang sangat sederhana, yakni pucuk pohon perdu yang kurang berguna, biasanya tanaman yang tumbuh dipagar semacam bunga sepatu atau bunga wora-wari atau ada juga yang menyebutnya daun ting-ting. Sebelum permainan dimuali para pemain menyiapkan sendiri alat bermainnya tai sebesaatau sebanayk satu genggaman kemudian diikat erat menjadi satu dengan tali yang lunak.

Ada beberapa tahapan permainan cekcue ini :
1.Tahap 1 : Cekcuu dilemparkan memakai telapak kaki bagian atas berulangkali dan
dihitung berapa kali hasil tendangan llewat kaki itu berhasil dilakukakn.
2.Tahap 2 : Cekcuu dilemparkan dan ditendang lagi keatas memakai telapak kaki
bagian dalam/kiri berulangkali dan dihitung berapa kali hasil tendangan lewat
kaki itu berhasil dilakukakn.
3.Tahap 3 :Cekcuu dilemparkan dan ditendang lagi keatas memakai telapak kaki bagian
luar/kanan atas berulangkali dan dihitung berapa kali hasil tendangan llewat kaki
itu berhasil dilakukakan.

Catatan :
1.Yang sudah mengalami jatuh ditengah perjalan, dinyatakan harus berhenti, dicatat
score keberhasilannya kemudian , dilanjutkan tahapan berikutnya.
2.Yang masih lolos diteruskan sampai selesai jatuh, dihitung scorenya, kemudian
memasuki tahap berikutnya, demikian seterusnya masing-masing tahap dicatat hasil
perolehannya masing-masing.tiga tahap.
3.Tidak memerlukan tempat khusus, jadi pemain bebas memilih tempat bermainnya.

7 komentar:

  1. Trim Pak Kenthut, tulisan jenis permainan tradional Sragen ini telah membantu tugas belajarku. (ladi mojo)

    BalasHapus
  2. ijin kopas ya pak ... terima kasih

    BalasHapus
  3. Nugas berkata
    Makasih yoooooo
    saya akhirnya bisa ngerjain makalah juga...

    BalasHapus
  4. sangat inspiratif sekali....
    Matur nuwun

    BalasHapus
  5. sangat kreatif dan perlu di lestarikan agar anak Indonesia tak menyampingkan permainanan tradisional yang sudah mulai digantikan oleh permainan gadget

    BalasHapus