Bermain bukanlah hak prerogratif anak-anak. Tapi juga hak dan kewajiban orang tua untuk memilih dan membudayakan permainan yang rekreatif, atraktif, sekaligus edukatif untuk anak-anak mereka.
Masa anak-anak era globalisasi (atau gombalisasi-kah?!) yang semakin mengakrabkan multimedia, dan orang tua yang dimanjakan teknologi membiarkan anak-anak mereka larut dalam dunia fantasi yang tidak harmoni. Praktis, ataukah prestise?!
Permainan bukanlah sekedar menyenangkan hati, tapi juga menyehatkan rohani dan hayat...
Membuka kembali memori anak-anak "masa lalu" untuk diperkenalkan kepada anak-anak mereka... masa dimana mereka bermain dengan gembira, tertawa bersama dengan teman-teman sejati dan bukan teman-teman virtual.
15 permainan tradisional ini mencoba mengenalkan kembali Gobag Sodor, Dhingklik Oglak-aglik, Engrang, Benthik, Cek Cue, Gamparan, Betengan, dan masih banyak lagi, yang mungkin semakin terpinggirkan oleh roda jaman.
Minggu, 21 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
kangen betengan, gobag sodor, ga ada anak kecil yang masih maen itu sekarang...hiks hiks
BalasHapus